SEMINAR FRAUD PREVENTION AND DETECTION USING TECHNOLOGY DURING THE COVID-19 PANDEMIC

Program Studi Akuntansi Universitas Pembangunan Jaya mengadakan seminar online pada tanggal 17 Februari 2021 yang mengangkat isu kecurangan di tengah Pandemi Covid-19. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama dengan The Institute of Internal Auditor (IIA) Indonesia dan Jaya Center For Advanced Learning (JCAL) Universitas Pembangunan Jaya dengan mengusung topik “Fraud Prevention and Detection Using Technology During Pandemic Covid-19”. Dalam seminar ini dikupas secara mendalam tentang cara pencegahan dan mendeteksi fraud ditengah pandemi Covid-19.

“Dengan kondisi new normal memberikan image (gambaran) kepada kita (auditor) bahwa kontrol itu lemah dan membuka opportunity untuk terciptanya yang namanya fraud,” ujar Joni Pathibang President Director PT Samudra Sinergi Digital yang saat menjabat sebagai BOG Advocacy Comitte The Institute of Internal Auditor (IIA) Indonesia. Menurut Joni, kondisi new normal sekarang ini mengakibatkan kurangnya pengawasan dan lemahnya kontrol pada perusahaan yang membuat adanya celah untuk melalukan fraud.

Menurutnya salah satu cara pencegahan yang dapat kita lakukan adalah dengan terus melakukan sosialisasi anti korupsi dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau sosialisasi anti korupsi dijalani dengan benar, efektif, diresapi dan dilakukan. Sebenarnya apa yang kita khawatirkan bisa terhindarkan. Jadi, sosialisasi anti korupsi, antifraud, semua integritas dan promo untuk mengingatkan untuk tidak melalukan fraud harus dilakukan dan dikampanyekan terlebih dalam suasana new normal yang rentan dan lemah secara kontrol karena pembatasan sosial” imbuh Joni. Joni Pathibang menyarakan untuk melakukan pendeteksian fraud dengan mengandalkan teknologi dengan tujuan segera mengetahui gejala dan memperkecil kerugian dari kegiatan tersebut. “Disuasana pandemi apa yang harus kita lakukan? Mau tidak mau menggunakan teknologi didalam keterbatasan dan harapan-harapan kita bahwa teknologi nimimal bisa memitigasi kelemahan-kelemahan dari pada tidak sama sekali,” ujar Joni.

Selain sosialisasi anti korupsi pencegahan fraud dapat dilakukan dengan mengupayakan sumber daya. Seperti yang dikatakan oleh Ronny Siahaan Head of Corporate Audit & Integrity Compliance Of PT Medco Energi Internasional Tbk “kami (perusahaan) mengupayakan sumber daya yang besar untuk pencegahan fraud atau anti korupsi untuk mengikapi 2 area ini (penyuapan dan pengadaan barang dan jasa),” ujar Ronny. Hal ini dilakukan oleh salah satu perusahaan migas untuk mengurangi terjadinya fraud. Menurutnya, Orang-orang yang berintergritas juga sangat diperlukan dimasa pandemi sekarang ini untuk mengurangi terjadinya fraud. Dengan meningkatnya fraud dan korupsi di masa pandemi, pencegahan bisa dilakukan dengan menerapkan Fraud Risk Management (FRM) dengan dibantu teknologi yang sesuai. Adapun teknologi yang bisa digunakan seperti enterprise system, big data analytic dan technology respon program seperti social networking tools atau digital forensic.

Dengan adanya seminar sosialisasi ini diharapkan peserta seminar dapat memahami bagaimana cara pencegahan dan mendeteksi fraud serta mendapatkan gambaran nyata tentang kondisi fraud di Indonesia sekarang ini. Seminar yang dipandu oleh Ibu Irma Paramita Sofia, SE., Ak., M.Ak, CA ini juga diharapkan dapat meningkatkan budaya anti korupsi dan menjadi salah satu tindakan preventif yang dapat kita lakukan untuk mengurangi terjadinya fraud di Indonesia. Seminar ini juga merupakan kegiatan pertama dari implementasi perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Universitas Pembangunan Jaya dan The Institute of Internal Auditor (IIA) Indonesia yang telah ditandatangani secara simbolis oleh Bapak Nur Abdillah, Ak., MM, QIA, CA, CPSAk., CACP, GRCP, GRCA, CRMP selaku Executive Director The Institute of Internal Auditor (IIA) Indonesia dan Bapak Agustinus Agus Setiawan, S.T., MT selaku Wakil Rektor I Universitas Pembangunan Jaya.

Penulis : Nurmalita Abidin